Pages

Thursday, 28 August 2014




Pesawat terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat dengan tujuan pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Namun dalam dunia penerbangan, istilah pesawat terbang berbeda dengan pesawat udara, istilah pesawat udara jauh lebih luas pengertiannya karena telah mencakup pesawat terbang dan helikopter.

Pesawat terbang yang lebih berat dari udara ini diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di sekitar Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910. Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya. Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.Pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama Bristol Brabazon.Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat A380.

Sistem Dalam Pesawat Terbang
Pesawat terbang adalah sistem yang kompleks. Pada tahap desain dan dalam manual penerbangan dan pemeliharaan (digunakan oleh teknisi pilot dan pemeliharaan) itu terbagi menjadi sistem sederhana yang melaksanakan fungsinya masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa sistem dalam pesawat terbang :

Electrical Sistem
Hydraulics Sistem
Navigation Sistem
Flight controls Sistem
Ice protection (antiicing and deicing) Sistem
Cooling Sistem

Klasifikasi pesawat terbang

Pesawat terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat dengan tujuan pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Namun dalam dunia penerbangan, istilah pesawat terbang berbeda dengan pesawat udara, istilah pesawat udara jauh lebih luas pengertiannya karena telah mencakup pesawat terbang dan helikopter.

Ada dua klasifiksai pesawat terbang. Pertama, pesawat yang lebih berat daripada udara (aerodin). Pesawat yang termasuk jenis ini, yaitu autogiro, helikopter, dan pesawat bersayap tetap. Kedua, pesawat yang lebih ringan daripada udara (aerostat). Pesawat yang termasuk dalam jenis ini di antaranya kapal udara.

Pesawat Eksperimental
Pesawat ini merupakan pesawat yang sedang mengalami proses pengujian. Pesawat jenis ini pada umumnya mempunyai bentuk sedikit berbeda dan istimewa. Konsep dan desainnya baru. Selain itu, pesawat ini belum dipakai secara massal.

Pesawat Penumpang Sipil
Pesawat jenis ini merupakan pesawat udara yang berfungsi mengangkut penumpang. Pesawat penumpang sipil ini mempunyai kapasitas yang berbeda-beda.

Pesawat Angkut
Pesawat ini berfungsi untuk mengangkut barang dan mengangkut berbagai jenis komoditi. Pesawat ini sering juga disebut pesawat kargo. Pada umumnya pesawat kargo adalah pesawat penumpang yang dimodifiksai. Tapi, ada juga pesawat yang khusus dibuat untuk pengangkutan barang, misalnya pesawat jenis Boeing 747 Large Cargo Freighter.
Pesawat angkut biasanya dipakai oleh sipil dan militer. Keduanya mempunyai armada masing-masing. Pihak militer biasanya menggunakan pesawat ini untuk mengangkut kendaraan perang, senjata, dan tentara.

Pesawat Militer
Pesawat militer merupakan pesawat yang berfungsi untuk berbagai keperluan militer. Jenisnya pun bermacam-macam.

-Pesawat tempur.
Pesawat ini didesain untuk melakukan penyerangan. Sasaran penyerangan biasanya adalah pesawat musuh. Karakter pesawat ini lincah dan cepat.

-Pesawat tempur latih.
Pesawat ini digunakan latihan oleh calon-calon pilot, baik sipil ataupun militer. Pesawat ini dirancang tidak bersenjata. Pesawat jenis ini mempunyai dua tempat duduk, yaitu untuk pilot dan co-pilot.

-Pesawat intai.
Pesawat ini berfungsi untuk mengintai lawan dan mengumpulkan data-data intelijen.

AYO KULIAH DI UNSURYA








AMTUS adalah pusat pelatihan dengan standar Civil Aviation Safety Regulation yang menyiapkan tenaga terampil siap pakai bagi mendukung industri perawatan pesawat terbang baik di dalam maupun di luar negeri. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) setiap sumber daya manusia yang bekerja dalam industri perawatan pesawat, diwajibkan memiliki sertifikat dari AMTO. Sertifikat yang dikeluarkan AMTUS disahkan oleh Direktorat Keselamatan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan RI. Dengan sertifikat ini memudahkan bagi lulusan pusat pelatihan ini untuk diterima di perusahaan-perusahaan perawatan pesawat terbang. Lama pelatihan ini mencapai 3000 jam pelajaran. Yang menjadi nilai tambah AMTUS adalah peserta pelatihan dapat mengonfersi nilai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D3 Aeronautika atau bahkan ke S1 Teknik Penerbangan di Unsurya.

Peserta AMTUS tidak terbatas hanya bagi lulusan setingkat SLTA, tetapi juga bagi mereka yang sudah bekerja selain di industri perawatan pesawat udara atau perusahaan penerbangan, melainkan juga bagi mereka yang menginginkan alih profesi ke industri perawatan pesawat terbang. Begitu juga bagi mahasiswa prodi selain teknik penerbangan dapat mengikuti pelatihan ini.

Pusat Pelatihan AMTUS didukung oleh GMFAero Asia (Garuda Indonesia Group), PT Indonesia Air Transport (IAT), Global Maintenance Facility, PT Kandiasa Dirgatama

Prospek pekerjaan:, pusat-pusat perawatan pesawat terbang di dalam maupun di luar negeri, operator penerbangan, bandara, investigator pesawat terbang, Kementerian Perhubungan., TNI/Polri dan lain-lain.

Fasilitas belajar mengajar : satu pesawat twin jet engine jenis Falcon-20, satu pesawat Casa  212-100 Aviocar twin engine turboprop dan dua pesawat latih Marchetti SF 260 warrior single engine piston full aerobatic, wind tunnel dam laboratorium lainnya  serta ruang kelas yang nyaman.

PROFESI MEKANIK PESAWAT

Harga tiket pesawat terbang yang semakin terjangkau membuat orang beralih dari perjalanan darat ke udara. Frekuensi penerbangan jadi meningkat, sehingga jumlah pesawat yang perlu dirawat kian bertambah. Kondisi ini membuka peluang bagi mekanik pesawat yang jumlahnya masih minim. 

Jumlah pesawat terbang setiap tahun terus bertambah, baik komersial maupun militer. Masalahnya, jumlah itu tidak diikuti dengan peningkatan jumlah mekanik pesawat. Tak aneh, banyak operator penerbangan maupun perusahaan perawatan pesawat mendatangkan mekanik asing untuk memenuhi kebutuhan itu.

Berdasarkan hitungan Badan Diklat Kementerian Perhubungan, hingga tahun 2012 nanti setidaknya dibutuhkan sebanyak 3.000 orang teknisi pesawat. "Kebutuhan mekanik pesawat memang sangat besar," ujar Dedi Darmawan, Kepala Badan Diklat Kementerian Perhubungan.

Senada dengan pernyataan Eko Romi, Manajer PPC & Engineering PT Star Aero Engineering. Petinggi perusahaan perawatan pesawat terbang ini mengatakan, pesawat harus selalu diservis setelah terbang 600 jam. "Walau dia (pesawat) tidak terbang, dalam jangka waktu tertentu tetap harus diservis," imbuhnya.

Setiap jenis pesawat hanya boleh ditangani oleh mekanik yang sudah memiliki sertifikat khusus yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Lisensi Aircraft Maintenance Engineers (AME) itu hanya berlaku untuk setiap tipe yang sesuai dengan lisensi. 

Menurut Eko, rata-rata seorang mekanik hanya mempunyai satu lisensi AME. Karena itu, semakin banyak tipe pesawat yang ada membuat kebutuhan mekanik juga semakin besar. "Ada juga yang mempunyai lebih dari satu, tapi jumlahnya tidak banyak," ujarnya.

Profesi mekanik pesawat terbang, lanjut Eko, sangat menjanjikan. Seorang mekanik dengan lisensi AME akan mendapatkan gaji sekitar Rp 13 juta per bulan. Namun, jumlah itu bisa lebih tinggi jika sertifikat yang dipunyai lebih dari satu.

Bayaran itu sebanding dengan usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan lisensi AME. "Dia harus sekolah dan diuji kelayakannya," katanya.

Menurut Eko, perusahaannya saat ini memiliki 25 tenaga mekanik. Jumlah itu masih kurang. Apalagi, rata-rata mekanik hanya mempunyai lisensi AME untuk pesawat tipe CASA 212, helikopter tipe BO 105, BELL 412 dan BELL 206. Oleh karena itu, perusahaan tidak akan menerima perawatan pesawat di luar tipe-tipe itu.

Saat ini pesawat yang ditangani oleh Star Aero berasal dari Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Badan SAR Nasional. Ada pula perawatan untuk empat perusahaan penyewaan pesawat komersial. 

Tarif perawatan di Star Aero sebesar US$ 35 per jam untuk setiap mekanik (manhours) pesawat komersial. Adapun untuk pesawat militer hanya US$ 20 per manhours.

Satu jenis helikopter membutuhkan waktu perawatan 45 hari kerja. Rata-rata perawatan setiap pesawat dikerjakan tujuh orang mekanik.